Ruang di Padepokan
- GERBANG NGABAHUDENDA
- RUANG POS JAGAWANA
- RUANG KEARSIPAN
- RUANG CIPTARASA
- RUANG TELEPATI
- RUANG PENDAFTARAN
- RUANG KIAI GENDENG
- RUANG SAYEMBARA
- RUANG KITAB 212
- RUANG PENDEKAR
- RUANG SASTRA
- WARUNG MBOK TUKIJEM
- RUANG STATISTIK
- GERBANG BELANTARA
- LOKASI PADEPOKAN
- BEDAH KITAB 212
- Pembuka Tabir
| Ketegori Sastra | : | Cerita Mandiri |
| Diposting Oleh | : | |
| Waktu Kirim | : | 11 Mei 2010, 14:15:05 |
| Statistik | : | Dibaca : 58 kali, Di Print : 0 kali, Di Kirim : 11 kali |
| Rating | : |
| Nilai Sementara : 16 |
|
Gadis yang baru saja datang memang bukan lain adalah Galuh Intan. Saat ini Ia mengenakan semacam pakaian kebesaran seorang keluarga Kerajaan. Okha melihat ada aksen sulaman Burung Garuda dalam lingkaran emas di dada kiri pakaian Galuh Intan. Ini adalah salah satu penanda lambang keluarga kerajaan. Okha melongo. Namun gadis yang diperhatikan oleh si pemuda tenang-tenang saja berjalan dengan anggunnya bak wajarnya seorang putri keluarga kerajaan.
Sesampai di hadapan Okha Galuh Intan pandangi wajah si pendekar. Apa yang ada dalam pikiran si gadis saat ini sungguh bermacam-macam. Okha pandangi paras gadis di depannya dengan seksama. Dalam hati ia benar-benar kagum. Benar-benar ia belum pernah melihat wajah lebih cantik dari wajah Galuh Intan. Ditambah kehalusan kulit dan mewah pakaian yang ia kenakan saat ini, dan kilauan mata biru berkilau sang gadis Okha merasakan matanya silau dengan segala pesona di depan matanya.
“Tenagamu sudah pulih Okha?” Galuh Intan tiba-tiba ajukan pertanyaan.
Okha yang sedang pandangi kecantikan Galuh INtan terkaget kaget dengan pertanyaan yang ditujukan padanya, “Eh hah apa..??”
Galuh Intan tertawa merdu. Okha makin blingsatan mendengar suara tawa si gadis.
“ada apa? Sepertinya kau kaget sekali?” Tanya Galuh Intan lagi.
“Ah, maafkan aku. Sejujurnya aku benar-benar kagum atas kecantikanmu Intan,” Jawab Okha polos.
Galuh Intan kembali tertawa dan kini disertai senyum pada Pendekar 1000 Sial. Pemuda ini tambah tak karuan hatinya melihat senyuman yang membutakan matanya itu. Okha garuk-garuk Pipi.
“Aku sudah sering menerima pujian seperti itu, Okha. KAu sendiri pasti sudah tahu kalau aku adalah keponakan Sri Baginda, jadi Tidak kurang Pembesar, bangsawan dan orang-orang terhormat sudah sering berkata begitu padaku, jadi aku tidak akan tertipu pujian gombalmu,” Galuh Intan tersenyum.
OKha miringkan kepala mendengar ucapan gadis di hadapannya sambil ia menukas,” Lalu dari orang selain mereka yang kau sebutkan siapa saja yang pernah memujimu, Intan?”
Galuh Intan dongakkan kepala sambil mengingat-ingat,” Rasa-rasanya yang berkata secara langsung kepadaku hal itu hanya mereka saja, ditambah dayang-dayangku, lalu guruku dan saudaraku seperguruan.”
Mendengar jawaban itu Okha luruskan lagi kepalanya lalu tersenyum lebar,” Kalau begitu ini pertama kalinya rakyat jelata memujimu Intan. Sesungguhnya aku hanya anak petani, dan aku tidak tahu kalau kau keponakan raja. Itu berarti pujianku lebih tulus bukan?”
Galuh Intan terkesiap dengan ucapan Okha yang mengatakan ia hanya anak seorang Petani. Seperti sebelumnya diceritakan, Okha adalah anak petani, karena Pekerjaan Rana Anattawira Almarhum ayahnya selain kepala desa memang adalah seorang petani. Galuh INtan sendiri tidaklah mengetahui ini, apalagi mengingat petualangannya bersama OKha dan menyaksikan sendiri kesaktian si pemuda.
Namun yang lebih membuat gadis ini terkesiap adalah senyum pemuda di depannya itu. Debaran keras menyentak jantungnya. Aliran darahnya ia rasakan menjadi lebih cepat. Bersamaan itu ia merasa wajahnya seakan dikerumuni puluhan semut kecil dan pipinya memanas, membuat ujung-ujung bibirnya yang indah menantang tanpa sadar bergerak melebar. Galuh Intan mati-matian menahan seringai yang dengan nakalnya bermain di wajahnya yang cantik. Galuh Intan tundukkan kepala supaya Okha tidak melihat wajahnya yang kini menyengir lucu karena senang dengan pujian tidak terlihat pemuda yang dimaksud.
Okha terbengong-bengong melihat Gadis di hadapannya tertunduk. Ingin bertanya ia tidak berani. Namun ia teringat sesuatu dan memutuskan bertanya ,”Intan, maaf tapi bisakah aku bertanya kenapa aku bisa ada di sini?”
Galuh INtan tidak langsung menjawab pertanyaan Okha. Susah payah ia menghilangkan seringai di wajahnya. Gadis ini lalu angkat kepala dan kemudian tuturkan apa yang terjadi.
Setelah pertempuran melawan Dewi Iblis Lumut, Okha dan Galuh Intan berusaha mencari kampung terdekat dan beristirahat. Di tengah perjalanan Okha berkata ia ingin membuat penawar racun untuk menangkal racun di tangannya. Pemuda itu sendiri sebelumnya sudah membuat beberapa totokan di bagian tubuhnya agar racun tidak menyebar. Selain itu kesaktian Pedang Sinar Sukma juga ikut membantu. Okha menjelaskan kalau ia terkena racun atau pukulan yang mendekam racun maka pedangnya akan bersinar terang dan membantu menghalangi penyebaran racun. Ia juga menjelaskan kalau Pedang itu sendiri seolah-olah hidup dan OKha merasa ia bisa bercakap-cakap dengan pedangnya. Pedang itu memberikannya pengetahuan yang luas mengenai hal-hal yang belum ia ketahui. Karenanya Okha mengetahui kalau racun di tubuhnya tidak dimusnahkan sebelum dua hari ke depan, maka jantungnya akan terbongkar jebol dan pedang sinar sukma pun tidak akan bisa menolongnya. OKha juga sempat memberitahukan bahan-bahan untuk menawar racun pada Galuh INtan.
Namun sayang saat keduanya sudah sampai di satu kampung terdekat menjelang pagi, Okha kehilangan kesadaran dan jatuh pingsan. Hal ini bisa dimaklumi karena selain sudah bertempur menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Bayangan Sinar Hitam, Ratu Hitam Puncak Semeru dan Dewi IBlis Lumut, Sepanjang perjalanan Okha juga terus mengerahkan tenaga dalam agar Racun di tubuhnya tidak semakin menyebar sehingga kelelahan melanda dirinya. Galuh Intan sendiri saat menyentuh tubuh si pemuda bukan main kagetnya. Tubuh Okha terasa dingin sekali namun tubuhnya banjir keringat. Galuh Intan panik bukan main. Ia bergegas mencari sebuah penginapan dan membaringkan si pemuda di sana. Galuh Intan sendiri bergegas pergi dari kampung itu dan menuju kota raja yang kebetulan tidak jauh dari sana. Di sini ia memerintahkan beberapa pengawal kerajaan untuk menjemput dan membawa Okha menuju kediamannya. Gadis ini kemudian memanggil tabib dan berpesan mencari bahan-bahan yang sempat disebutkan Okha sebagai penawar racun dan kemudian meramunya sesuai yang sempat ia dengar dari Pendekar 1000 Sial.
Tabib kerajaan berhasil meramu penawar racub dan meminumkannya pada OKha. Namun keadaan si pemuda baru terlihat baikan setelah lewat dua hari. Selama dua hari itu Galuh Intan sendiri tidak hentinya berjaga dan merawat pendekar 1000 sial. Hal ini tentu menimbulkan keheranan bagi keseluruhan penghuni kediaman sang Keponakan Raja ini. Bahkan kedua orangtua Galuh INtanpun sempat khawatir dan terheran-heran. Namun dengan cerdik Galuh INtan mengatakan kalau pemuda itu adalah seorang yang telah menyelamatkan nyawanya sehingga mereka tidak berkata apa-apa lagi. Di hari ketiga saat keadaan Okha sudah terlihat baikan si gadis barulah sedikit lega dan menyerahkan perawatan Okha pada para Dayang kepercayaannya.
Okha manggut-manggut mendengar penjelasan Galuh Intan. Ia sendiri saat itu enak saja duduk menjelepok di rerumputan taman. Tidak lama Pemuda ini berdiri sambil tepuk-tepuk pantat celananya lalu menjura dalam-dalam pada Galuh INtan. Kontan saja Gadis di depan si pemuda bingung dan salah tingkah,” Apa-apaan kau Okha. Jangan begini, aku tidak pantas kau hormati begini…”
“Pertama, Kau adalah Keluarga Sri Baginda jadi jelas kau pantas dihormati Intan,” Okha luruskan tubuhnya,” dan di atas statusmu Intan, aku sangat berterima kasih karena kaulah kepanjangan tangan Allah untuk menolongku. Kalau bukan karena pertolonganmu aku pasti sudah jadi lumut tanah sekarang. Terima kasih Intan. Aku senang sekali bisa bertemu denganmu,” Lanjut Okha.
Angin di tempat itu yang semula hanya merupakan semilir kecil kini bertiup sedikit kuat. Bunga-bunga bergoyang pelan dengan harmonis. Hembusan Angin menambah kesunyian di tempat itu. Namun di baliknya terdapat satu hati yang dipenuhi gemuruh kencang.
“Ahhh, aku sekarang sadar. Aku menyukainya. Aku menyukai pemuda ini,” Batin Galuh Intan. Saat itu ia dengan susah payah ia kuatkan diri agar wajahnya tidak tersaput kemerahan. Gadis ini hanya bisa tundukkan wajah kemalu-maluan. Selama 17 tahun ia hidup, baru kali ini ia merasakan yang namanya jatuh cinta, karenanya ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.
“Saudaraku Sekar Prameswari, apa kau ada di situ?” Satu suara mendadak memecah keheningan di taman tersebut. Satu bayangan biru berkelebat dan kemudian berdiri di dekat Galuh Intan yang oleh kalangan Istana dipanggil dengan nama Sekar Prameswari. Yang datang ternyata adalah seorang gadis yang parasnya tak kalah jelita dari Galuh Intan. Gadis ini mengenakan pakaian ringkas berwarna biru dengan sehelai selendang hitam tersampir di lengan kiri. Rambut indahnya digelung ke atas kepala dengan gaya yang sama dengan yang dilakukan Galuh INtan. Bedanya gadis ini sedikit lebih panjang rambutnya dan warna kulitnya sedikit lebih kuning dibandingkan Galuh Intan. Yang paling memberi kesan dari gadis pendatang ini selain kecantikannya mungkin adalah warna mata si gadis yang berwarna hijau benderang bagaikan permata zamrud. Si gadis berdiri dengan sikap gagah dan tidak menyadari kalau di situ ada lagi seorang manusia selain mereka berdua. Jelas saja karena ia berdiri membelakangi Okha yang saat itu miringkan kepalanya.
Gadis yang baru saja datang kembangkan kedua tangan dan merangkul Galuh Intan. Yang dipeluk meski agak kaget namun balas merangkul. Kentara keduanya adalah sahabat karib karena sambil berangkulan itu keduanya sambil berbisik dan sesekli tertawa kecil. Okha yang sedang berdiri mematung di situ pencongkan mulutlalu bersiul siul tak menentu.
Gadis baju biru secepat kilat lepaskan rangkulannya dan berbalik. Untuk pertama kali ia menyadari ada orang lain di situ. Gadis ini angkat tangan kanannya tinggi sambil kerahkan tenaga dalam. Namun kala melihat wajah orang yang bersiul, kagetlah ia.
“Kau…!!!”
Okha sendiri cukup kaget karena dia mengetahui siapa gadis berbaju biru itu. Namun kagetnya hanya sebentar. Sejenak kemudian ia tertawa gelak-gelak.
“Sial, Siapa yang mengijinkanmu tertawa ?” Tanya si gadis.
“Siapa pula yang mengijinkanmu melarangku tertawa?” TUkas OKha.
“Apa keperluanmu ke sini, pemuda sial!?” Sentak Si gadis.
“Perluku tidak denganmu, jadi aku tidak mau jawab,” Balas OKha.
“Pemuda bawel, kau ingin kutambal mulutmu atau jawab pertanyaanku sekarang!”
“Gadis ceriwis, Yang bawel itu kau bukan aku.”
“Pendekar Sial, Dulu-dulu aku tidak menghajarmu karena perintah guru jadi jangan pikir aku tidak segan turunkan tangan kasar padamu!”
“Memangnya aku peduli?! Dulu tanganmu halus, kalau sekarang kau bilang mau turunkan tangan kasar apa kau habis jadi kuli angkut pelabuhan hingga tanganmu jadi kasar?” Okha tertawa gelak-gelak.
Wajah Gadis bermata hijau ini mengelam. Diliputi amarah, ia melompat ke muka sambil kirimkan satu tendangan ganas ke arah Okha. Sementara itu tidak didengarkannya Galuh Intan yang berteriak-teriak memintanya berhenti.
Okha cepat-cepat menghindar ke samping. Serangan Gadis itu lewat hanya sejengkal di depan hidungnya. Okha yang dari awal-awal tidak berniat bertarung berusaha menjauh dari gadis yang menyerang. Namun tak terduga oleh si pemuda, tangan kanan Gadis itu tahu-tahu sudah mendarat di perutnya.
“BUKKKKHHH!!!!”
Okha terpental sejauh satu tombak. Perutnya mendenyut sakit. OKha usap-usap perutnya dan alirkan hawa sakti untuk mengurangi rasa sakit.
“Dewi Embun Biru, Kalau kau hendak jatuhkan tangan kasar, biar kutunjukkan bagaimana tangan halus turun!”bentak Okha penuh kesal.
GAdis bermata hijau yang adalah Dewi Embun Biru adanya saat itu melihat Okha hilang dari pandangan. Namun Dewi Embun Biru bukan gadis sembarangan. Kesaktiannya adalah nomor tiga tertinggi dari seluruh anak murid Kiai Sena Tirtawasa. Dalam masalah pengalaman pun gadis berusia 19 tahun itu lebih tinggi dari Okha Antara. Karenanya melihat Pemuda dari Negeri 1000 Sungai itu bergerak bahkan bayangannya pun tidak kelihatan, Dewi Embun Biru sadar kalau ia menghadapi lawan yang juga bukan sembarangan. Gadis ini segera keluarkan seluruh kepandaiannya.
Tubuh Dewi Embun Biru melesat ke atas setinggi tiga tombak. Sambil berputar ia lepaskan pukulan ke bawah. Satu gelombang angin keluar dari telapak tangannya yang terbuka. Saat itu dari jurusan bawah Mendadak tubuh OKha terlihat jelas, dan terlihat pula Pemuda ini balas pukulkan lengan. Serangkum gelombang angin yang tak kalah deras balas menyambuti serangan Dewi Embun Biru.
Dua Pukulan bertenaga dalam tinggi saling bentrok di udara. Dua rangkum angin berputaran dan menyebar ke segala arah. Rumput-rumput dan seluruh bunga terombang-ambing oleh angin. Beberapa malahan tercabut dan beterbangan. Galuh INtan saat itu berdiri tenang namun wajahnya unjukkan kekesalan karena merasa dianggap sepi oleh kedua orang yang sedang bertarung. Pakaian putihnya berkibar namun ia tampak tidak terpengaruh sedikitpun oleh angin pukulan Okha dan Dewi Embun Biru.
Okha rasakan Lengannya yang memukul terlenting ke belakang. Ia juga dapatkan kakinya terbenam ke dalam tanah sampai semata kaki. Meskipun tidak mengalami luka dalam, namun ia merasakan kepalanya mendenyut sakit. Okha cepat alirkan hawa sakti ke kepalanya.
Sementara itu Dewi Embun Biru dapati dirinya melesat lagi ke atas sejauh satu tombak. Gadis ini juga rasakan lengannya kesemutan. Ia kalah dalam hal tenaga dalam..! Gadis ini tidak habis percaya, padahal ia barusan sudah mengerahkan tiga per lima kekuatan tenaga dalamnya. Gadis ini jungkir balik di udara. Saat mendarat, ia pandangi wajah pemuda di depannya dengan gemas.
Saat itu OKha sudah tidak merasakan pusing lagi. Saat memandang ke depan ia dapati dirinya tengah dipelototi oleh Dewi Embun Biru. Dalam Hati Pendekar 1000 Sial tertawa sekaligus memuji. Walau terlihat sedikit lucu, namun kecantikan gadis itu tetap jelas kelihatan dan matanya yang hijau bersinar malah terlihat makin megah. PEmuda ini juga kagum dengan kehebatan Si gadis. MEski sudah menerapkan Jurus Kilat Kaki Biru, yang membuat dirinya mampu bergerak sepuluh kali lebih cepat dari kecepatannya yang normal, namun Dewi Embun Biru masih mampu melihat gerakan dirinya. Bahkan Saat ia memukul tadi dengan mengerahkan seperempat tenaga dalamnya ia sedikit terpengaruh kekuatan Dewi Embun Biru.
“Dewi Embun Biru, bersiaplah melihat bagaimana tangan halusku turun,” Okha menegur sembari usap-usap tangan kanannya dan tertawa gelak-gelak.
Sesaat kemudian Okha melesat dan tahu-tahu jotosannya sudah sampai di depan hidung Dewi Embun Biru. Si gadis terpekik kaget dan buru-buru menghindar ke samping. Namun separuh jalan entah bagaimana telapak tangan yang terkepal ini membuka dan bergerak aneh mengikuti wajah sigadis lalu mengusap pipinya. Dewi Embun Biru jelas terkejut dan sekaligus marah. Tanpa tedeng aling-aling ia kerahkan setengah tenaga dalamnya dan memukul ke depan, mengarah lengan Okha. Pukulan ini memancarkan hawa dingin dan terlihat bagaimana lengan yang memukul berkilauan oleh sinar biru. Inilah jurus Pukulan Embun Biru disaput Hujan. Jurus ini jika terkena oleh orang yang tidak memiliki tenaga dalam melebihi si pemukul akan mengakibatkan yang terkena meregang nyawa dalam beberapa hari, karena mengandung racun dahsyat yang menyerang saraf. Sedangkan jika yang terkena memiliki Tenaga dalam dan hawa sakti melebihi si pemukul, maka yang terkena akan mendapati bekas berwarna biru di bagian tubuh yang terpukul. Dan bagian itu akan membusuk Jika tidak segera diobati.
Masih sekitar sepuluh jengkal, hawa dingin yang memancar dari pukulan Dewi Embun Biru memaksa OKha kerahkan hawa panas agar mampu bebaskan diri dari tekanannya. Pemuda ini kemudian sadar tidak bisa menarik lengannya bagaimanapun cepatnya ia bergerak. Sambil gigit bibir ia bertaruh besar.
OKha secepat kilat memukul lengan kanannya dengan lengan kiri yang masih bebas. Pukulan Dewi Embun Biru meleset hanya sejengkal dari lengannya. Namun hawa pukulan tersebut membuat kulit lengannya terasa perih dan sakit sekali. Okha cepat-cepat menjauh. Pemuda ini peratikan lengannya dan terlihat bagaimana kulit lengan tersebut seperti basah oleh air dan sedikit bengkak kemerahan. Okha menggerendeng kecil. Ia kerahkan tenaga dalam dan hawa sakti. Lengan tersebut kelihatan berasap dan kemudian bengkak di lengannya menghilang.
Tengah dia hela nafas lega, MEndadak satu siuran angin menderu di depan Okha. Dewi Embun Biru kembali menyerang. Kali ini Okha menghindar lebih cepat. Pemuda ini rundukkan tubuh sambil dua tangannya mengembang memukul ke depan. Inilah jurus pembuka dari jurus 1000 Sungai yang diajarkan oleh gurunya, Kiai Gusti Mayana yang bernama Menepis Hujan menghantam Laut.
Dewi Embun Biru merasa heran dengan gerakan Okha yang jelas-jelas terlihat penuh celah. Namun ia tidak ambil peduli. Si gadis secepat kilat hantamkan kakinya bermaksud menyapu pukulan Okha yang tanggung. Namun kaget si gadis bukan mainan saat mendadak lengan yang memukul malah menangkap kakinya yang menendang. Okha menyeringai kecil lalu enak saja ia elus-elus kaki yang mulus putih itu.
Dewi Embun biru geram bukan main. Ia hantamkan tangan kanannya sekuat tenaga ke arah Okha. Namun Okha nyatanya sudah lebih dulu lepaskan tangkapannya di kaki si gadis dan melompat ke belakang sambil ayunkan kaki. Tak mau kepalanya jadi sasaran Gadis bermata hijau ini merunduk hindarkan serangan. Namun ini adalah satu kesalahan. Saat itu Okha sudah mengeluarkan jurus kedua dari Ilmu silatnya yang bernama Monyet Gunung terjun ke Sungai. Saat Dilihatnya TEndangan Okha sudah lewat darinya, Dewo Embun Biru melesat ke depan. Namun alangkah kaget dirinya saat sedikitpun ia tidak mampu maju dari tempatnya semula. Pakaiannya berkibar-kibar ditiup angin yang tidak kelihatan dari mana datangnya. Sementara di depan dilihatnya Okha duduk bersila di tanah sambil garuk-garuk kepalanya.
Penuh geram kali ini Dewi Embun Biru melangkah mundur dua langkah kemudian hentakkan kaki kiri ke tanah. Tubuh gadis ini sekejap kemudian bersinar oleh cahaya berwarna biru lalu melesat membal menuju Okha. Si pemuda kaget luar biasa karena mengenali gerakan ini.
“Tetes Embun Melesat Ke Langit,” Seru Okha.
Okha secepat kilat berdiri dan silangkan kaki. Pemuda ini lalu kibaskan kedua tangannya ke depan. Serangkum angin menderu menggebubu menahan gerakan Dewi Embun Biru yang sedang melesat kencang. Angin dari jurus Sekilas Hujan Sehembus Angin ini hanya mampu menahan gerakan si gadis sekitar tiga Detik. Okha bukannya tidak tahu namun ini sudah cukup buatnya untuk kembali mengeluarkan jurus selanjutnya.
Dewi Embun Biru terus melesat ke depan tanpa mampu dihadang oleh jurus Okha. Saat hampir sejengkal di depan Okha ia sabetkan lengannya. Dari lengan Itu melesat selarik sinar biru mengggidikkan. Serangan ini dilancarkan dalam jurus Tetes Embun memotong Petir. Jurus ini sangatlah ganas dan hampir-hampir tidak ada lawan yang mampu menghindarinya.
Okha gertakkan rahang. Sadar ia tidak akan bisa menghindar bagaimanapun juga, Okha kuatkan diri. Ia kerahkan tenaga dalam ke kedua tangan. Pendekar 1000 Sial meniup lengannya. Kedua lengan itu kini bercahaya kebiruan. Okha majukan lengan. Terjadilah hal yang tidak diduga sama sekali.
Jurus Tetes Embun memotong Petir adalah satu jurus pukulan langka di dunia persilatan. Jurus ini sulit dihindari karena dilepaskan dalam jarak yang sangat dekat dan memiliki kekuatan yang luar biasa. Lawan jelas akan kebingungan karena menghadapi Larikan sinar pukulan dalam jarak dekat bisa sangat berbahaya sekali. Namun Dewi Embun Biru tidak memiliki masalah dengan Sinar Biru dari Jurus Tetes Embun Melesat ke Langit yang melindunginya dari bentrokan tenaga dalam, dan lagi sinar itu dapat membuatnya bergerak sangat cepat sehingga ia juga bisa menghindar dari pusat bentrokan. Jurus Ini konon adalah jurus warisan khusus dari Kiai Sena Tirtawasa yang mendidik murid-muridnya dengan pelajaran silat yang berbeda-beda tergantung dari kemampuan masing-masing. Dewi embun Biru juga sangat percaya dengan jurus yang kini dilancarkannya.
Tapi apa yang kini ia saksikan sangatlah tidak bisa ia percaya. Larikan sinar Bir serangannya kini bergerak liar di tangan Okha. Pemuda itu telah menangkap Sinar pukulan Tetes Embun memotong Petir. Dewi embun Biru berulang kali mencubit pipinya berharap apa yang ia saksikan hanya mimpi. Sementara Galuh Intan yang menyaksikan pertarungan keduanya juga ikut terbengong-bengong melihat kesaktian Okha.
Okha sendiri saat itu telah mengerahkan ilmu simpanannya yang bernama Dewa Hujan Menggenggam Awan. Jurus ini sebenarnya Jurus yang tidak dikuasai Pemuda ini dengan Sempurna. KEsaktian Jurus ini membuat Okha mampu menangkap Larikan Sinar, angin, dan bentuk lain dari Pukulan Sakti dan menggunakannya semau hati. KEsaktiannya yang paling tinggi adalah menggunakannya untuk meningkatkan kekuatan sendiri dan bahkan menguasai ilmu tersebut. Namun Okha tidak pernah bisa menguasai jurus ini saat gurunya mengajari dirinya. Karenanya Okha hanya mampu menyentuh saja Pukulan yang dilepaskan Dewi Embun Biru, itupun dengan susah payah. Saat Itu tangan Okha yang menggenggam Sinar Pukulan Dewi Embun Biru terasa pegal dan panas. Pemuda ini buru-buru lemparkan sinar Pukulan Tetes Embun memotong Petir ke sebatang pohon di dekat bagian taman. Batang pohon itu langsung mengkerut begitu dihantam pukulan tersebut dan berwarna biru.
Dewi Embun Biru penasaran sekali melihat serangannya lagi-;agi gagal oleh jurus-jurus aneh pemuda di hadapannya. Sementara itu Okha kini mulai kesal, dan merasa capek bertengkar dengan gadis itu. Ia juga binguing mau bertibdak kasar karena gadis di hadapannya adalah kenalan Galuh Intan dan ia harus bertindak hati hati.
[ Total 3271 kata ]
Kategori Cerita Mandiri Lainnya :
- EPISODE SALIN RUPA MBOK TUKIJEM (BAGIAN 1) - Begawan Alfarizi
- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL - okha antara
- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => DI TANAH JAWA - okha antara
- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => DEWI EMBUN BIRU - okha antara
- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL=> TUGAS - okha antara
- MISTERI DIPADEPOKAN 212 - PENDEKAR7LANGIT
- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => MASALAH LAGI... -_- - okha antara
- TURUN GUNUNG - BAGIAN 1 - PENDEKAR7LANGIT
- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => PERTEMUAN TAKDIR - Okha antara
- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => BERTARUNG LAGI - Okha antara
- KISAH SI PENDEKAR1000 SIAL => BENCANA????? - Okha antara
- PETUALANGAN MAT ZAKARIA - Minak kemala jagat
- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => MELAWAN SAUDARA - Okha antara
- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => SANG RATU - Okha antara
- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => RANGGA GAHARA - Okha antara
- KISAH KEMPENG SAKTI - Okha antara
- JAGAT SATRIA PADEPOKAN212 BY HAZEMAN A.K.A MIKE - Raffsikumbang