Ruang di Padepokan
- GERBANG NGABAHUDENDA
- RUANG POS JAGAWANA
- RUANG KEARSIPAN
- RUANG CIPTARASA
- RUANG TELEPATI
- RUANG PENDAFTARAN
- RUANG KIAI GENDENG
- RUANG SAYEMBARA
- RUANG KITAB 212
- RUANG PENDEKAR
- RUANG SASTRA
- WARUNG MBOK TUKIJEM
- RUANG STATISTIK
- GERBANG BELANTARA
- LOKASI PADEPOKAN
- BEDAH KITAB 212
- Pembuka Tabir
| Ketegori Sastra | : | Cerita Mandiri |
| Diposting Oleh | : | Okha antara |
| Waktu Kirim | : | 19 Maret 2010, 21:02:11 |
| Statistik | : | Dibaca : 99 kali, Di Print : 0 kali, Di Kirim : 8 kali |
| Rating | : |
| Nilai Sementara : 13 |
|
Desa Srebeg, malam kedelapan bulan keenam. Sejak selepas Maghrib penduduk desa dipenuhi kegembiraan. Kepala desa mengadakan selamatan atas menikahnya Putri semata wayangnya dengan pemuda pilihan putrinya. Warga ramai banyak membicarakan mengenai keserasian antara Si pemuda yang bernama Bayu dan putri kepala desa mereka, Sulastri. Para pemuda mengobrol mengenai betapa Sulastri malam ini yang selama ini mereka impikan untuk disunting akhirnya dinikahi oleh pemuda lain. Sambil bersenda gurau, mereka mengaku kalah segalanya dari Bayu yang tampan, dan baik hati serta seorang pedagang sukses. Para gadis sambil tertawa tawa diam diam mengagumi rupawannya sang mempelai Pria. Para Orangtua menyelamati sang Kepala desa berhasil mendapatkan menantu yang dirasakan “sempurna” oleh mereka. Malam itu begitu meriah, begitu penuh dengan suka cita dalam perayaan pernikahan kedua insan yang baru saja menjadi sepasang suami istri.
Sementara itu di dekat pintu masuk desa, agak jauh dari tempat dilangsungkannya pesta, dua bayangan nampak berjalan santai. Keduanya ternyata seorang gadis berpakaian serba putih dan seorang pemuda berpakaian hitam dan mengenakan jubah hitam. Seorang pria sangar dengan codet di samping bibirnya yang bertugas menjaga pintu masuk desa menghardik keduanya.
“Hey, kalian berdua. Siapa Kalian dan ada keperluan apa masuk ke sini?”
“Hanya lewat, memangnya tidak boleh? Ada penginapan atau tidak di sini bibir codet?”
Si penjaga pintu masuk meskipun heran dengan nada suara si gadis yang seperti lelaki, mendsengar dirinya diledek marah bukan kepalang,” Sial..! gadis bengal, tidak ada Penginapan buka saat ini di sini, lebih baik kalian berdua pergi atau harus kutendang kalian dari sini..!”
“Ck…ck…ck…codet jelek, kalau tidak ada penginapan, ya sudah kami mau makan, minggir sana, kami mau cari warung”.
“Keparat! Biar kuberi pelajaran, kau gadis be…!”
Tanpa terasa oleh si codet, gadis berpakaian putih itu gerakkan jari tangannya dan ,menusuk satu urat besar di leher si penjaga. Tak ampun lagi, pria ini terdiam kaku tak mampu bergerak tak bisa bersuara.
Pemuda berpakaian hitam di sebelah si gadis untuk pertama kalinya buka suara,” Okha, kau apakan penjaga itu?”
“Tenang Intan. Hanya kubuat kaku sebentar saja. Besok pagi juga dia sudah bisa bergerak lagi. Yah paling paling masalahnya dia bisa buang air atau tidak, hahahaha…”
Ternyata Gadis berpakaian Putih dan Pemuda Berjubah adalah Okha dan Galuh Intan. Keduanya sedang dalam perjalanan menuju Gunung Gede dan sampai di Desa srebeg. Melihat cahaya di kejauhan, keduanya memutuskan singgah sebentar di tempat ini.
Okha, yang sedang dalam tubuh Galuh Intan, memandang berkeliling. Ia melihat Keramaian di satu sudut pusat desa,” Intan. Baiknya kita ke sana, kau mau ikut?” Sambil menunjuk ke arah diadakannya pesta selamatan Putri Kepala Desa.
“Aku Ikut saja. Aku juga sudah lapar, sebaiknya kiita segera mencari Makan Okha”.
“Kalau begitu ikut aku, Intan,” Okha berkelebat, diikuti Oleh Galuh Intan.
* * * * *
“Saudara-saudara semuanya. Sebelumnya terima kasih atas kesediaan saudara sekalian telah datang ke acara Selamatan Atas pernikahan anak gadis ku semata Wayang dengan Pemuda piluihannya. Merupakan Kebahagiaan bagiku melihat putriku menikah. Meskipun di satu sisi, juga ada sedikit kesedihan mengganjal di hatiku karena Gadis Kecilku akan bersama dengan pemuda lain,” Sejenak Sang Kepala Desa berhenti sambil menyeka air matanya sendiri.
Sulastri putri sang kepala Desa berkaca-kaca melihat ayahnya. Saat Itu ia merasakan genggaman Lembut di tangannya. Menoleh ke samping, ia mendapati suaminya sedang menggenggam tangannya dengan lembut. Ia tersenyum simpul pada Sulastri. Hati si gadis sedikit terenyuh atas sikap suaminya. Ia memandangi suaminya dengan penuh rasa sayang. Tidak lama! Ya Tidak lama karena sesaat kemudian ia terkesiap saat suaminya menoleh ke arah kerumunan tamu dan di wajah suaminya ia merasa suaminya seperti kaget dan kilatan aneh memancar di matanya. Sulastri mengalihkan pandangan. Memeriksa kerumunan tamu. Namun ia tidak melihat sesuatu yang aneh. Gadis ini kemudian berusaha menenangkan diri dan mengusir pikiran yang tidak-tidak dari benaknya. Namun ia tidak bisa. Bahkan sambutan ayahnya tidak lagi terdengar olehnya.
“Jadi di sini adanya kau pemuda Cabul Keparat. Walaupun Nyatanya Kau sudah Insyaf, Aku tetap Akan membunuhmu”, satu suara tiba tiba membahana di tempat itu.
Di saat semua orang kebingungan dari mana dan apa maksud suara itu, mendadak melesat satu cahaya ungu pekat menuju ke arah pengantin Pria. Satu deru angin dingin luar biasa mendadak menyelingkupi tempat itu. Semua Orang Berteriak histeris namun udara dingin membuat mereka tidak sanggup bergerak.
Namun Pengantin Pria yang diserang dengan gerakan sigap mendorongkan telapak tangan kanannya. Serangkum cahaya hitam mengeluarkan angin panas melesat dari tangan si pengantin pria dan melabrak cahaya Ungu.
Satu dentuman besar melanda tempat itu. Kursi-kursi dan meja hancur berantakan. Panggung runtuh, janur dan debu berhamburan. Beberapa Orang yang dekat dengan Pusat dentuman terpental dan beberapa langsung tewas. Pemandangan untuk sementara menjdai kabur.
Saat udara menjadi lebih terang, Terlihatlah puluhan mayat bergelimpangan. Puluhan lainnya terkapar dan tidak mampu bergerak. Kepala desa sendiri bersama Istrinya sudah tewas.
Sulastri terpental dan tersandar di sebuah pohon besar sekitar lima tombak dari tempatnya semula. Darah meleleh dari mulutnya. Pakaiannya sendiri hangus dan bentuknya tidak karuan lagi.
Saat itu satu bayangan melesat menuju dirinya. Dengan kesadaran yang masih membayang Sulastri mencoba menguatkan dirinya. Ia melihat sesosok tubuh pemuda belia bermata merah sebelah kiri berjubah berlutut di hadapannya. Pemuda ini membuka jubahnya kemudian menutupkannya ke tubuh Sulastri. Kemudian ia menelungkupkan telapak tangannya di atas ubun ubun sulastri.
Sulastri sontak berteriak keras. Hawa Panas mendadak masuk menjalari tubuhnya dari tangan yang menempel di ubun-ubunnya. Sesaat kemudian Sulastri merasa tubuhnya terasa ringan. Rasa sakit yang sedari tadi merasuki tubuhnya perlahan menghilang. Tidak lama, Pemuda tersebut berkelebat. Sulastri hanya sempat menarik nafas sebentar sebelum kesadarannya hilang.
Pemuda Bermata merah sebelah yang bukan lain adalah Galuh Intan yang berada dalam tubuh Okha melesat menuju ke balik serumpunan semak di dekat tempatjadinya dentuman tadi. Di situ sudah menunggu Okha yang sedang berada dalam tubuh galuh Intan. Bagaimana mereka bisa berada di sini?
SebelumnMemandang ke depan, Galuh Ia disebutkan kalau Okha dan Galuh Intan memasuki desa dan menuju pusat keramaian yang nyatanya adalah pesta pernikahan putri kepala desa. Namun mendadak keduanya kaget saat mendengar suara bentakan diiringi melesatnya satu cahaya ungu. Keduanya lantas bersembunyi di satu semak belukar.
Intan melihat seorang Gadis berpenampilan aneh, mengenakan pakaian ringkas biru, rambut bersanggul dan mengenakan topeng Dasamuka berdiri berkacak pinggang di atas hancuran meja dan kursi, sekitar sepuluh langkah dari tempat pemuda yang tidak lain adalah Pengantin Pria yang melepaskan Pukulan untuk menangkis larikan cahaya Ungu. Tiba-tiba terdengar bentakan dari gadis berpenampilan aneh.
“Sudah Kuduga kau memang belum berubah, pemuda cabul keparat! Kau bahkan tidak berusaha melindungi gadis yang akan menjadi istrimu. Apakah karena sudah kau Hisap duluan madunya,hah..!!?”
Pengantin Pria yang dibentak tampak tenang. Ia malah sunggingkan senyum. Perlahan ia melepaskan pakaian pengantinnya. Ternyata di baliknya ia mengenakan sebuah pakaian ringkas hitam dengan garis merah di lengan kiri. Rambut si pemuda gondrong sebahu. Ia kemudian menggerakkan tangannya ke wajahnya dan ternyata ia melepaskan sehelai topeng tipis. Kelihatanlah wajah si pemuda. Ia ternyata berwajah Tampan dan berkulit halus. Pemuda ini tertawa perlahan.
“Topeng Kembar Biru. Kau benar benar keras kepala. Mengejarku dan selalu mengejarku. Aku sudah bosan padamu. Lebih baik kau minggir dari hadapanku atau kau mau kubuat mampus seperti dua saudaramu yang lain..?”
“Keparat! Jangan Kau berani menyebut nama saudaraku dengan mulut bejatmu Bayangan Sinar Hitam! Hari ini aku datang mmbuat perhtungan terakhir denganmu! Bersiaplah untuk mampus!”
Selesai berucap begitu, gadis yang dipanggil Topeng Kembar Biru oleh Pemuda yang adalah Bayangan Sinar Hitam adanya melesat dan kirimkan satu tendangan berantai ke arah Bayangan Sinar hitam. Bayangan Sinar Hitam berkelit ke kanan dan balas lancarkan tendangan dengan kaki kirinya. Si gadis menangkis, dan kemudian terjadilah pertarungan antara keduanya.
Di kejauhan, Okha dan Galuh Intan yang emnyaksikan dari balik semak belukar, jalannya pertarungan melihat jelas kalau si gadis penyerang kalah jauh dalam hal ilmu silat dibanding Lawannya, Bayangan Sinar hitam. Bahkan SI pemuda terlihat tidak bertarung dengan serius sama sekali. Berkali kali ia hanya mengelak. Bahkan seringkali si pemuda menarik serangannya.
Hal ini tentu saja sebenarnya dirasakan oleh Topeng Kembar Biru. Merasakan lawan mempermainkannya, ia berhenti menyerang dan melompatb menjauh. Si gadis kemudian menghardik garang,” Pemuda Keparat! Biar Kubalaskan dendam dua saudaraku Topeng Kembar Merah dan Topeng Kembar Hijau yang kau perkosa lalu Kau Bunuh saat ini juga!”
Selesai berkata begitu,si gadis tekuk kedua lutut lalu dorong kedua tangannya ke depan. Dua larik cahaya Ungu Pekat disertai bunyi seperti air mendidih melesat bergulung menuju Bayangan Sinar hitam.
Menyaksikan jurus serangan ini Kejut Si Pemuda Bukan Olah Olah! Bayangan Sinar Hitam sampai berseru kaget,” Ombak Racun Cendana!” Pemuda ini pernah menghadapi jurus serangan sepert ini sebelumnya dan melihat keampuhannya. Saat itu ia melihat lawan yang terkena pukulan ini tubuhnya mengkerut dan berubah menjadi debu. Tidak menyisakan bekas dan mayat sama sekali.
Bayangan Sinar hitam tepukkan kedua tangan lalu menariknya. Selarik cahaya Hitam berbentuk benang keluar dari telapak tangan pemuda ini. Seringai Kejam mendadak mencuat di wajahnya. Di lain Kejap ia mendorongkan kedua tangannya dengan mengerahkan hampir seluruh tenaga dalamnya. Udara mendadak diterangi sinar berwarna putih. Sementara dari kedua tangan Bayangan Sinar hitam, Cahaya Hitam berbentuk benang mendadak berubah menjadi sebesar batang kelapa dan melesat balas menghantam jurus serangan Ombak Racun Cendana yang dilepaskan Topeng Kembar Biru.
Masih separuh jalan sinar serangan keduanbya akan saling bentrok, mendadak dari balik serumpunan semak belukar melesat selarik sinar putih kebiruan bergemerlapan memapas serangan. Tiga larik cahaya saling bertemu. Satu ledakan besar berguncang di tempat itu.
Topeng kembar Biru rasakan seluruh tenaganya seakan lenyap.bentrokan tiga serangan membuatnya serasa lumpuh. Tanpa bisa dicegah, tubuhnya merosot ke tanah. Di sela kesadaran yang hampir menghilang, ia merasa satu sosok tubuh menangkapnya dan menyandarkannya ke satu batang pohon yang sedikit jauh dari tempat ia berdiri sebelumnya.
Di lain Pihak, Bayangan Sinar hitam yang melancarkan serangan keluarkan gerungan marah dan memandang sekeilingnya. APalagi saat ia merasa jalan darahnya seperti menyungsang terbalik dan kepalanya seperti ditusuk ribuan jarum. Susah payah ia alirkan tenaga dalam dan hawa sakti untuk memulihkan dirinya.
Kekagetan kembali melanda dirinya saat melihat ke jurusan di mana sebelumnya berdiri Topeng kembar biru. Ia melihat dua wajah yang sangat dikenalnya. Satu adalah Gadis berpakaian serba putih yang tidak lain adalah Galuh Intan dan satunya adalah Okha ANtara, kakak kandungnya sendiri. Melihat kehadiran kakak kandungnya, hati Si pemuda berdebar tidak enak. Bagaimana Kakaknya bisa ada di sini..???
Sebelumnya, Okha dan Galuh Intan yang sedang bersembunyi di balik sebuah semak dan menyaksikan pertarungan antara Bayangan Sinar hitam dan Topeng Kembar biru, Saat melihat gerakan dan sinar hitam berbentuk benang dari tangan Bayangan SInar Hitam, Okha teringat dia mengenali jurus pukulan seperti itu.
“Badai Hitam Hantu Langit!” Seru Okha mengenali nama serangan Yang akan dilancarkan adiknya.
Galuh Intan yang ada di samping Okha mendadak merasakan satu tangan menyusup di pinggangnya. Ia kemudian melihat Okha mengeluarkan gading perak berbentuk tongkat kecil dari sarung pedang di pinggangnya. Okha kemudian menyerahkan Tongkat gading perak itu kepadanya, “Kerahkan Tenaga dalam, dan saat Bayangan sinar Hitam melnacarkan serangan, ayunkan pedang ini dan arahkan ke arah serangannya! Cepat! Kalau terlambat gadis itu bisa mati”.
Meskipun tidak mengerti maksud si pemuda, Galuh Intan menurut saja perintah Okha. Ia mengerahkan tenaga dalam, dan saat itu juga Tangan kanannya yang menggenggam tongkat gading perak , dari salah satu ujungnya mencuat sinar putih kebiruan gemerlap yang memancarkan hawa yang menekan. Galuh Intan terkaget kaget. Ia melihat tongkat kecil yang seblumnya seperti benda tak berguna kini menjadi pedang cahaya yang mengagumkan.
Saat itu juga Galuh Intan mendengar suara deru pukulan yang dilancarkan Bayangan Sinar Hitam. Teringat ucapan Okha Secepat Kilat ia Ayunkan pedang memapas serangan Cahaya Hitam jurus “Badai Hitam Hantu Langit”. Satu sinar Putih kebiruan melesat dari badan pedang dan saling hantam dengan sinar Ungu dan hitam serangan Topeng Kembar Biru dan Bayangan Sinar Hitam.
Saat ledakan Besar yang mengguncang tempat iitu sirna, Okha, dalam tubuh Galuh Intan melangkah mendekati Pedang Sinar Sukma yang menancap di tanah. Okha berhenti dan memegang gagang pedang, ia kemudian merapal sesuatu. Lalu meletakkan ujung pedang di keningnya.
“Segala Sesuatunya adalah dari Allah! Segalanya Juga Kembali pada-Nya. Sihir adalah Kuasa Yang Kuasa. Ilmu adalah Milik yang Memiliki. Dengan Restu Ilahi, Dua Jiwa dalam Sihir Hitam, kembalilah Pada Tubuh Yang Ditakdirkan”.
Kejapan Ucapan Okha selesai, Saat itu Ujung Pedang bersinar makin terang. Sesaat kemudian dari mulut, hidung dan telinga Galuh Intan dan Okha keluar bergulung asap berwarna Hitam dan berkumpul di badan Pedang. Sesaat kemudian saat Tidak ada lagi asap yang keluar dari keduanya, Seluruh asap yang berkumpul di badan pedang mendadak buyar dan memancarkan bau busuk luar biasa. Pedang Sinar Sukma kini berwarna Putih Bercampur hitam dan memancarkan hawa panas, kemudian pulih kembali berwarna Putih Kebiruan. Pedang kemudian melesat ke udara dan kemudian bergerak menukik menuju tubuh Okha dan masuk dalam genggamannya.
Okha membuka mata dan dapati ia kini menggenggam pedang sinar Sukma di tangannya. Memandang ke depan, ia melihat Galuh Intan juga memandangi dirinya. Okha membuka mulut. Galuh Intan mendengar suara mengiang di telingnya,” maaf Intan. Aku Baru Ingat Kalau Pedangku Bisa memusnahkan Sihir. Sekarang kita sudah kembali ke tubuh masinbg masing. Maafkan Aku. Kau Boleh Marah, tapi jangan Sekarang, ada hal yang lebih penting”.
Okha gerak gerakkan jarinya. Ternyata dengan Bantuan Senjatanya ia mampu kembali ke tubuhnya sendiri dan membuat Galuh Intan juga kembali Ke tubuhnya. Ia kemudian masukkan Pedang sinar Sukma kembali ke sarungnya. Perlahan ia melangkah dan berhenti sekutar dua tombak di depan Bayangan Sinar hitam. Keduanya Asling diam. Tidak melakukan apa apa selain menatap.
“Aku tidak tahu aopa yang harus kukatakan padamu Bayu. Seharusnya kita bisa berbicara dengan Hangat, seandainya saja kau…” Okha berucap lirih namun masih bisa terdengar semua orang di tempat itu.
“Kakak Agni… Aku, Aku sebenarnya,” Ucapan Bayangan Sinar hitam dipotong oleh Okha.
“Cukup Bayu. Saat ini juga aku akan menangkapmu dan membawamu pulang. Aku akan menghukummu supaya Kau Insyaf”.
Bayangan Sinar Hitam bernama ASli Bayu, mengkerutkan Keningnya. Satu senyum sinis menggantung di wajah si pemuda tampan.” Kakak, Walaupun kau Kakakku dan aku bersikap hormat, jangan Kau Kira aku bersedia menuruti segala ucapanmu Kak. Aku bukan anak anak lagi.”
“Bayu, Lebih BAIK Kau Ikuti kata kataku. Aku tidak ingin kita harus bertarung”.
“He heh heh, Cobalah Kalau Kau bisa menangkapku Kak, Jangan Pikir Kau bisa menghadapik”.
Okha gedikkan kepala dan tersenyum,”kau mau coba Adikku..?”
Selesai ia berucap begitu, Okha melesat lancarkan tendangan kaki kiri ke arah perut Bayangan Sinar hitam. Yang Diserang jelas tidak tinggal diam. Bayangan Sinar Hitam gerakkan kakinya menangkis serangan Okha. Namun Okha dengan menakjubkan sambil telapak tangannya bersitekan ke tanah dari samping kanankembali lancarkan tendangan ke kepala adiknya.
Kali Ini Bayangan Sinar hitam gertakkan rahang. MEski kaget dengan serangan tak terduga dari kakaknya, Dengan kedua tangannya yang bebas ia menahan serangan Okha. Namun Lagi lagi ia dibuat terkejut. Tanpa diduga, dengan memutar tubuhnya, kaki Kiri Okha mengayun dari atas dan dengan telak menghantam Bahu Bayangan Sinar hitam.
“BUKKKHH!!!!!!!!”
Bayangan Sinar Hitam Mengeluh tinggi. Namun Luar biasanya ia masih berdiri tegak.
Bayangan sinar Hitam dorongkan telapak tangannya ke depan, serangkum angin mendadak bertiup dan melanda Okha. Okha terkejut Kaget merasakan bahunya sebelah kanan seolah dihantam pentungan. Ia segera kerahkan tenaga dalam ke bahu kanan lalhpijakkan kaki ke tanah dan lakukan gerakan berputar dengan kaki kiri menjadi poros serangan mencoba menyapu kaki Lawannya.
Bayangan Sinar Hitam sadari apa yang akan terjadi. Sekuat tenaga dia lompat mundur dan menjauh dari kakaknya. Sesaat setelah mendarat, pemuda ini berdiam diri sambil perhatikan kakaknya yang kini tegak berkacak pinggang sambil kelingking kanannya mengorek kupingnya sendiri.
“Kakak Sialan, jangan Kira aku segan melawanmu!” Hardik bayangan Sinar Hitam.
Okha yang dengan santainya korek korek telinganya sendiri berlagak seperti orang kaget,” Heh..?! Kukira tadi kau sudah serius. Nyatanya belum ya..?? Sukurlah, kalau tadi kau sudah serius sih aku malas meladenimu, kau tidak ada bedanya dengan nenek nenek peyot diajari main enggrang, kekekekekekek…”
“Bangsat! Kakak Sialan!”
Bayangan Sinar Hitam Melesat. Tubuhnya seolah menjadi Bayang Bayang. Okha sendiri ikut ikutan menghilang dari pandangan. Galuh Intan yang melihat dari kejauhan hanya sesekali melihat kelebatan Okha dan Bayangan Sinar Hitam yang saling bentrokan. Berkalu kali tiba-tiba terdengar suara lengan saling beradu.
Sudah berlalu puluhan jurus, Bayangan Sinar Hitam mulai kehabisan nafas. Tenaganya mulai berkurang. Sedangkan Okha makin lama seranganmnya makin tajam. Pemuda ini sudah banjir keringat. Di jurus ke empat puluh tiga, Serangannya berhasil ditangkis dan dibalikkan oleh Okha. Bayu merasa bahunya yang dihantam seakan tanggal. Rasa Ngilu membuatnya setiap gerakannya makin kacau.
Di jurus ke enam puluh, Okha berhasil menyusupkan satu pukulan ke arah belikat Bayangan Sinar Hitam. Bayangan Sinar Hitam tak ayal terdorong satu langkah, saat itu juga Okha hantamkan pukulan ke dada adiknya sendiri.
Pendekar muda golongan hitam ini dengan cepat balas hantamkan lengan kanannya dengan tenaga dalam penuh ke arah Okha.
“BUKkKKK!!!!”
Dua lengan dengan kekuatan tenaga dalam tinggi saling bentrok di udara.
Okha terpental sejauh dua tombak namun masih berdiri tegak. Pemuda ini merasa tangannya sebal. Segera ia alirkan tenaga dalam ke tangannya.
Sementara Itu di lain pihak, Bayangan Sinar Hitam hanya terseret sejauhlima langkah ke belakang akibat bentrokan lengan tadi. Namun begitu kakinya melesak sedalam dua jengkal. Sebaliknya, Pemuda ini merasa lengan kanannya lumpuh dan panas bukan main. Saat diperhatikan, terlihatlah lengannya dari ujung jari sampai sebatas siku sudah menggembung bengkak kemerahan. Pendekar muda golongan Hitam ini akhirnya jatuh berlutut menahan rasa sakit di lengannya. Ia sadar, kakaknya memiliki tenaga Dalam jauh melebihi apa yang dimilikinya. Bahkan Ilmu silat yang dikuasai Kakaknya pun melebihi dirinya. Kini untuk pertama kalinya selama malang melintang di dunia persilatan, dan menghadapi bermacam musuh, ia sadar ia tidak mampu menandingi kakaknya, ia merasa gemetar dan ketakutan. Apalagi dilihatnya sang Kakak tidak mengalami cedera separah dirinya akibat bentrokan tadi. Ia ingin segera lari dari tempat itu, namun keadaan dirinya membuat seluruh tenaga seakan meninggalkan dirinya.
Dalam Keadaan genting untuk Bayangan Sinar Hitam itu, tiba-tiba melesat satu sosok yang kemudian turun Menghadang antara Okha dan Bayangan Sinar Hitam. Okha memperhatikan Sosok ini adalah seorang Nenek yang menggunakan tongkat putih terbuat dari semacam logam. Nenek ini bungkuk sekali dan mengenakan pakian semacam kulit kayu yang diberi jelaga, Si nenek sendiri berdiri sambil memandang tajam Ke arah Okha.
Okha kemudian terperanjat kaget saat mendengar adiknya Bayangak Sinar Hitam berseru pelan, memanggil si nenek yang sedang menatapnya dengan tajam.
“Guru…”
Si Nenek yang rupanya adalah Guru dari Bayangan Sinar hitam meludah ke tanah. Ludahnya berwarna Hitam. Okha bergidik melihatnya. Nenek itu kemudian keluarkan tawa mengekeh yang menggetarkan tanah yang dipijaknya. Okha menatap dalam si nenek dan bergumam dalam hati,”Ia sengaja memamerkan Tenaga dalamnya, aku harus hati-hati”.
Sementara itu, Galuh Intan yang melihat gelagat tidak baik segera menyandarkan Gadis berjuluk Topeng Kembar Biru di sebuah pohon lalu melompat mendatangi Okha. Berdiri di samping si pemuda, ia mampu melihat dengan lebih jelas penampilan si nenek guru dari Bayangan Sinar Hitam. Si gadis berseru tegang, “ Ratu Hitam Puncak Semeru…!”
Okha mendengar kekagetan sekaligus rasa jerih dalam suara Galuh Intan, bertanya,” Kau Kenal Dia Intan..?!”
Galuh Intan mengangguk,” Dia salah satu momok terbesar golongan Hitam. Kesaktiannya dan tenaga dalamnya sangat tinggi. Namanya sangat terkenal dan dijadikan buronan nomor satu kerajaan”.
Di depan sana, Nenek Bungkuk yang adalah Guru dari Bayangan Sinar Hitam dan bergelar Ratu Hitam Puncak Semeru kembali keluarkan suara Tawa terkekeh.
“Anak Muda. Sungguh Baik Kau mau bermain dengan muridku. Kalau begitu, sedikit saja maukah kau biarkan nenek tua ini bermain denganmu juga..??”
Okha, merasa dirinya dimaksud oleh si nenek, sejenak terdiam kemudian sunggingkan senyum nakal,” Wah wah, maaf maaf saja Nek. Kalau dengan Muridmu wajar aku bermain main, dia kan Tampan, dia juga adikku. Kalau main denganmu sepertinya….,” Okha gerakkan tangan sambil usap-usap dagunya, lalu dengan cepat meraih pinggang Galuh Intan di sampingnya lalu memeluk si gadis,” maaf Nek, aku tidak melihat ada yang bisa kudapatkan kalau bermain denganmu. Jadi lebih Baik aku bermain dengan gadis temanku ini”.
Galuh Intan yang tiba tiba dipeluk Okha hendak menjerit namun Okha segera membisikkan sesuatu ke telinganya,” Intan, Maaf. Aku sengaja membuatnya marah. Orang marah Akal sehatnya sulit jalan. Nanti Kau boleh menghajarku sampai aku jadi bubur”. Mendengar itu si gadis hanya pasrah saja dipeluk si pemuda. Ia sendiri saat itu merasakan getaran di dadanya dipeluk oleh laki-laki untuk pertama kali dalam hidupnya.
Sementara Itu, Si nenek Ratu Hitam Puncak Semeru mendengus Keras mendengar Ejekan Okha terhadapnya. Sambil membolang-baling tongkat di tangannya, ia berseru keras,” Pemuda Lancang. Biar kuajarkan apa yang bisa kau dapat kalau bermain denganku, yaitu kematian!”
Sekejapan Itu pula, ratu Hitam Puncak Semeru menghilang dari Pandangan. Okha juga secepat itu lepaskan pelukannya pada Galuh Intan dan dan dorong tubuh gadis itu ke samping. Saat itu mendadak dari arah belakang muncul tongkat milik Ratu Hitam Puncak Semeru melesat dan menghantam tanah tempat keduanya tadi berdiri.
“BLARRRRRRRRRRRRRR!!!!!!!”
Tanah terbungkar besar. Okha dan Galuh Intan selamat dari serangan Mematikan. Galuh Intan sendiri merasa tengkuknya dingin. Kalau saja tadi Okha tidak mendorongnya menjauh mungkin saat ini tubuhnya sudah tercerai berai. Memandang ke arah Okha, si gadis melihat Okha sendiri entah kenapa lancarkan tendangan berputar ke arah belakangnya. Namun Sekejapan Galuh Intan melihat satu bayangan samar tiba-tiba muncul dan terkena hantaman tendangan Okha.
“Braakkk!!!”
“KrraaakkkKK!!!!!!”
“Buuukkkhhh!”
“UUkkkhhh!!!!!”
Ternyata Serangan Okha tadi mampu mengenai Ratu Hitam Puncak Semeru yang bergerak dengan Kecepatan Luar Biasa. Bahkan serangan Tadi mampu mematahkan tongkat yang dipegang si nenek. Serangan tersebut juga berhasil mengenai dadanya dan membuatnya terpental satu tombak ke belakang. Si nenek mengeluh Pendek, namun tidak mengalami cidera apa-apa. Namun rasa marahnya semakin menjadi jadi melihat tongkat miliknya patah dua oleh bocah bau kencur yang sedang dihadapinya.
Sedangkan Okha sendiri merasakan kakinya sakit bukan main dan sampai jatuh bersimpuh. Si pemuda kemudian kerahkan hawa sakti ke kakinya yang cidera. Okha sejenak pejamkan mata dan Kemudian menarik nafas panjang dan menghembuskannya cepat. Pemuda ini kemudian hentakkan kakinya ke tanah, dan saat itu juga sosoknya menghilang dari pandangan. Ratu Hitam Puncak Semeru berseru Kaget saat tahu tahu Ia melihat Tinju Okha sudah sampai di depan hidungnya.
Secepat Kilat si nenek jatuhkan diri ke belakang sambil hantamkan kakinya. Namun kali ini ia merasakan sambarabn Angin dari bawah. Tak mau lengah, ia segera melompat ke atas. Dengan ekor matanya ia melihat Okha sedang bergerak menyapu kakinya. Kali ini sambil jungkir balik si nenek dorongkan tangannya. Serangkum angin deras berbau busuk memapas Okha. Namun Pemuda yang diserang lagi lagi hilang dari pandangan. Si nenek lagi-lagi merasakan sambaran angin di sekelilingnya. Dengan susah Payah Ia berusaha mengelakkan semua serangan Okha hanya berdasarkan nalurinya saja.
“Pemuda Bangsat! Gerakan Apa Ini..?! Sudah hampir puluhan Tahun aku tidak melihat jurus Kilat Kaki Biru! Siapa Pemuda ini sebenarnya..?"
Selang berapa lama kemudian Okha kembal terlihat. Serangannya berheniti sudah. Ia berdiri sambil bernafas pendek pendek. Dilihatnya Si nenek Ratu Hitam Puncak Semeru juga sama seperti dirinya. Okha menyadari keduanya sama sama kelelahan. Kalau Si nenek karena Menghindari serangannya, sedangkan ia karena semua serangannya tidak ada yang mengena sama sekali.
Pemuda dari negeri 1000 sungai ini penasaran sekali. Namun ia memilih tenang. Okha atur jalan nafasnya. Pemuda ini lalu kerahkan tenaga dalam ke tangan kanannya. Ia lalu melintangkan lengannya ke dada. Lengan itu mendadak bersinar Biru terang.
Sementara Itu mengenali jurus apa yang akan dikeluarkan si pemuda, si nenek berseru kaget,” Sukma Inti Api! Keparat! Memang Dia! Anak Ini ada hubungannya dengan dia!” Tidak tunggu lebih lama, SI nenek segera merapal sesuatu lalu tepuikkan telapak tangannya dan keluarlah sinar Hitam berbentuk benang yang kemudian memebesar. Ratu Hitam Bukit Semeru hantamkan pukulanm Sinar Hantu Puncak Langit dengan mengerahkan tenaga dalam Penuh. Udara di tempat itu mendadak berubah terang.
Okha sendiri melihat lawannya hantamkan pukulan ia segera lesakkan tangannya. Satu larik sinar Biru beralur Putih panas melesat. Tanpa disadari, tiba-tiba satu sinar lagi, kali ini berwarna Merah melesat dan ikut bentrokan dengan dua sinar sebelumnya.
Satu dentuman besar luar Biasa Menggoncang Tempat Itu. Debu dan Tanah Berhamburan. Malam yang sebelumnya diterangi ahaya lampu pesta dan sinar Bulan kini diselimuti kegelapan oleh debu dan tanah. Puluhan Mayat yang sebelumnya berselimpangan bermentalan ke sana kemari. Suasana yang tadinya meriah oleh pesta pernikahan kini digantikan suasana mencekam oleh pertarungan.
Okha kerahkan tenaga dalam agar dirinya tidak terseret oleh angin ledakan. Meskipun isi perutnya seakan hendak keluar, ia coba bertahan. Mulutnya merasakan asin. Pemuda ini terbatuk dan muntahkan darah. Ia terluka dalam oleh benturan tiga serangan tadi.
Selang berapa lama, keadaan menjadi terang kembali. Galuh Intan yang saat ledakan berlindungdi balik sebuiah pohon besar tempat ia meletakkan Gadis Topeng Kembar Biru melesat ke tempat semula. Dilihatnya Okha sedang terduduk sambil pegangi dadanya. Ia melihat darah mengucur dari sela mulut si Pemuda. Okha mengalami luka dalam. Galuh Intan terpekik kecil. Ia segera keluarkan sehelai sapu tangan biru dan menyeka lelehan darah dari mulut si pemuda, Selesai menyeka darah, gadis ini memandang sekeliling namun tidak lagi melihat Bayangan Sinar Hitam dan Gurunya si nenek ratu Hitam Bukit Semeru. Ia malah mendengar suara gemerisik dari balik sebuah semak belukar dan sesaat kemudian muncul seorang yang berjalan ke arah mereka.
[ Total 3969 kata ]
Kategori Cerita Mandiri Lainnya :
- EPISODE SALIN RUPA MBOK TUKIJEM (BAGIAN 1) - Begawan Alfarizi
- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL - okha antara
- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => DI TANAH JAWA - okha antara
- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => DEWI EMBUN BIRU - okha antara
- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL=> TUGAS - okha antara
- MISTERI DIPADEPOKAN 212 - PENDEKAR7LANGIT
- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => MASALAH LAGI... -_- - okha antara
- TURUN GUNUNG - BAGIAN 1 - PENDEKAR7LANGIT
- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => PERTEMUAN TAKDIR - Okha antara
- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => BERTARUNG LAGI - Okha antara
- KISAH SI PENDEKAR1000 SIAL => BENCANA????? - Okha antara
- PETUALANGAN MAT ZAKARIA - Minak kemala jagat
- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => SANG RATU - Okha antara
- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => PELANGI PUTIH DAN EMBUN BIRU -
- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => RANGGA GAHARA - Okha antara
- KISAH KEMPENG SAKTI - Okha antara
- JAGAT SATRIA PADEPOKAN212 BY HAZEMAN A.K.A MIKE - Raffsikumbang
Hasil Karya Okha antara Lainnya :
- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL

- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => DI TANAH JAWA

- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => DEWI EMBUN BIRU

- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL=> TUGAS

- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => MASALAH LAGI... -_-

- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => PERTEMUAN TAKDIR

- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => BERTARUNG LAGI

- KISAH SI PENDEKAR1000 SIAL => BENCANA?????

-

- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => SANG RATU

- KISAH SI PENDEKAR 1000 SIAL => RANGGA GAHARA

- KISAH KEMPENG SAKTI
