RUANG SASTRA
Ketegori Sastra : Cerita Mandiri
Diposting Oleh:Minak kemala jagat
Waktu Kirim : 8 Maret 2010, 07:37:25
Statistik : Dibaca : 90 kali, Di Print : 0 kali, Di Kirim : 11 kali
Rating :
Nilai Sementara : 6 Kirim ke Pendekar Lain Cetak

"PETUALANGAN MAT ZAKARIA"

Tersebutlah kisah pada suatu waktu didataran Lampung. Dipuncak gunung Pesagi. Hiduplah seorang pemuda yang ganteng, keren dan baik hati tapi suka ngupil. Dia bernama...................(ntar dulu cari digoogle)

. . .

. . .

. . .

akhirnya ketemu juga. ya, dia bernama Ahmad rudini bin saukani, yang disingkat MAT JAMBRONG, eh salah.. MAT ZAKARIA.
Dia adalah pemuda yang ganteng, keren, dan baik hati (iya..kan udah disebutin tadi).
Suatu waktu Ia telah menamatkan proses latihannya dalam mempelajari ilmu babi ngepet, eh  Pencak silat, pada gurunya yang teramat sakti mandraguna bernama MINAK KEMALA JAGAT PUJAAN MULI SELURUH ALAM.
Seorang sakti golongan putih yang sangat disegani baik oleh kawan maupun lawan. Karena tidak sedikit musuh-musuhnya dibantai tanpa ampun olehnya. Namun begitu, Ialah orang golongan putih baik hati yang menegakkan keadilan dan kebenaran memberantas kejahatan.
Walau memang Ia juga agak sedikit luangan atau gila yang kemudian diwariskannya ilmu gila nya kepada muridnya.
Suatu hari berkata gurunya:
"wahai anak muridku, lo sekarang udah gede', udah bisa mainin cewek" (wah ini sih bukan kata-katanya among guru...salah..salah, sorry bos, edit dulu)
"Wahai anak muridku, engkau sekarang telah dewasa. Sudah saatnya kau turun gunung berkelana ke dataran dunia yang luas ini. Seekor macan bila hanya hidup dikandang, Ia tak akan mengerti arti perjuangan dan bertahan hidup dirimba. Bila kau hanya hidup digunung ini saja bersamaku, maka ilmu mu tidak akan bertambah. Kau akan mendapatkan makna, pengalaman dan jati dirimu diluar sana. Saatnya telah tiba untukmu turun gunung mengamalkan semua yang telah ku ajarkan padamu. Menegakkan yang hak, kebenaran, keadilan dan memusnahkan kejahatan dan angkara murka durjana. Ingatlah nak, dunia ini bagaikan rimba, dan manusia bagai penghuni rimba itu sendiri. Maka janganlah kau jauh dari yang diridhoi Tuhan, dan hindarilah fitnah jauhi yang batil. Sesungguhnya Tuhan akan berpihak pada orang yang berada dijalanNya, jalan yang benar."

Mat Zakaria menjawab "huaaah, capek dengernya (sambil garuk-garuk kepala).
Guru, saya mengucap terima kasih yang tak terhingga atas kebaikan guru membesarkan saya, mendidik dan mengajarkan ilmu kedigjayaan kepada saya. Kini saatnya telah tiba saya untuk saya turun gunung (yaah...kata-kata ini lagi).
Saya mohon diri guru. Mohon restunya dan harap doanya kepada saya".
Sang guru menjawab "Pergilah anak ku... Pergi dan harumkan namaku".
"yaah si guru, ada mau'nya nih.. iya kalo ane berbuat kebaikan..nah kalo ane maling, ngerampok., masih mending ngerampok, lha kalo ane memperkosa anak orang kan nama guru juga nyang tercemar".
"Maka dari itu lo dengerin gak tadi nasehat gua!? (sambil jotos pala' nya Zakaria pake sendal).
Lagian gw becanda.. Buat gw nama besar gak penting, biarlah kenyataan yg bicara. Udahlah.....gua udah capek ngajarin lo. Lo pergi sono! Yang jelas inget pesen gue sama amalin semua ilmu yang udah gw ajarin sama lo. Tapi sebelum kau meninggalkan gunung ini, aku akan mewariskan senjata pusaka ku kepada mu".
Sang guru menyerahkan senjata pusakanya kepada Zakaria. Senjata pusaka itu berupa Cabang, atau trisula bercabang tiga dengan ujung yang runcing dan tajam. (Cabang adalah senjata pusaka trisula dalam bahasa Lampung). Tergetarlah hati Zakaria. Dengan terharu sambil senyum-senyum ia menerima senjata pusaka yang telah menggemparkan dunia persilatan itu. Bagaimana tidak? Telah banyak korban berdosa dari golongan hitam yang mati sia-sia karena terkena bacokan dari lemparan senjata itu.
CABANG JAGAT MAUT PEMBASMI namanya.
Senjata pusaka kesayangan milik Minak kemala jagat dahulu.
Senjata ini bila dilemparkan ke sasaran, setelah kena sasaran ia akan kembali kepemiliknya. Ujung-ujungnya yang runcing dan tajam mengandung racun. Bahkan gunung pun akan hancur olehnya bila digunakan dengan ilmu tingkat tinggi cabang itu.

Setelah menerima senjata pusaka Cabang jagat maut pembasmi dari gurunya itu, Zakaria mohon diri dan memulai petualangannya.

*                   *                *

                    To be Continued



[ Total 602 kata ]

Kategori Cerita Mandiri Lainnya :


Hasil Karya Minak kemala jagat Lainnya :


    Daun Lontar :

    Maaf, Daun Lontar belum ada yang ngisi ! Ngisi Daun Lontar